Meningitis : Cara Menghindari Orang yang Memiliki Meningitis dan Perlunya Kolostrum

Standar

Image

Ketika media meliput orang terkenal harus dirawat di Rumahsakit karena didiagnosa sakit Meningitis, kita yang mendengar tersentak juga meski pun penyakit ini sudah lama dikenal di dunia dan meningitis termasuk penyakit menular yang berbahaya. Umumnya calon jemaah haji yang akan menunaikan ibadah haji diwajibkan mendapat vaksinasi meningitis ini. Saya pun ingat waktu itu di tahun 1996 terjadi wabah epidemi meningitis di sub-Sahara Afrika, wabah epidemik ini membentang dari Senegal barat ke Ethiopia Timur, tepatnya di wilayah Sahel. Dari jumlah penduduknya sebanyak 300 juta orang, dan terjadi kasus meningitis sebanyak 250.000 kasus dan yang meninggal dunia sebanyak 25.000 orang akibat penyakit ini. Karena itu epidemi ini dikategorikan ke kejadian luar biasa, dan meski pun di tahun 1996 saya pun mendapat vaksinasi meningitis oleh seorang dokter Jerman (lupa namanya, tapi dia berpraktek di sana dan sudah menjadi dokter kepercayaan orang asing yang sedang bertugas di Tokyo). Pertimbangan saya waktu itu bukan berarti saya tidak akan terkena sakit, tapi paling tidak ada proteksi di tubuh sehingga kekebalan tubuh saya cukup untuk melawan hantaman virus yang terus terang saat itu epidemi meningitis sedang mewabah di benua Afrika dan bisa saja menularkan ke jemaah haji di Makkah.

 

Siapa yang berpotensi terkena Meningitis :

Semua usia orang bisa terinfeksi virus ini, tapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko untuk meningitis, yaitu :

  • Genetika
  • Laki-laki. Umumnya pria lebih sering dari pada perempuan,
  • Umur, mulai bayi  sampai usia dewasa matang (bayi, anak-anak, remaja, dewasa matang) berada pada resiko tertinggi terkena meningitis,
  • Kondisi hidup yang berdesakan, misalnya tinggal di asrama, atau rumah berpenduduk rapat,
  • Anak-anak yang siang hari berada di pusat penitipan anak,
  • Terpapar urin hewan pengerat, banyak serangga (kutu) di karpet dan bahan-bahan tempat yang disukai kutu kutu seperti sofa kain,
  • Tidak mendapatkan MMR, Hib dan PCV (ini nama-nama yang ada di imunisasi) sebelum usia 2 tahun (data ini menurut medis RumahSakit),
  • Melakukan perjalanan ke daerah wabah “meningitis belt” atau juga tidak menerima vaksin meningokokus.
  • Pada waktu dewasa matang belum mendapatkan PPV, imunisasi dan atau tidak memiliki limpa yang berfungsi baik,Sifat penularan virus meningitis viral ini mirip sekali dengan penularan virus  yang lainnya. Cara menghindarkannya pun sama, yaitu dengan cara mencuci tangan setelah bersentuhan dengan benda-benda atau orang yang tidak kita ketahui terpapar virus. Jangan membiasakan minum atau makan dari wadah secara bersamaan, kita tidak bisa melihat apakah seseorang itu membawa virus meningitis yang tidak bisa berkembang atau yang bisa mengembangkannya. Terutama terhadap anak-anak yang kita bawakan wadah minum ke sekolah, lalu ada temannya yang ikut minum dari wadah yang sama, atau sedotan yang sama. Sebaiknya ajari anak-anak kita agar tidak melakukan itu bersama teman-temannya. 

Virus yang menyebabkan meningitis viral yang menular ; enterovirus, misalnya, sangat umum terjadi selama musim panas dan awal musim gugur ( di negara 4 musim : musim panas terjadi mulai Juni sd Agustus, dan musim gugur terjadi mulai September sd November) sedangkan di negara sub tropis seperti Indonesia, bisa sepanjang tahun ada panasnya.

Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala, yang tampak hanya pilek atau ruam kulit dengan demam ringan, dan hanya sebagian kecil saja yang terinfeksi yang benar-benar mengembangkan meningitis. Jika Anda berada di sekitar seseorang yang memiliki meningitis viral, artinya Anda memiliki kesempatan terinfeksi, tetapi kesempatan yang sangat kecil untuk mengembangkan meningitis. Organisme dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui ciuman, hubungan seks, atau kontak dengan darah yang terinfeksi. 

Enterovirus, adalah penyebab yang paling umum dari meningitis viral, dan yang paling sering menyebar melalui kontak langsung dengan sekret pernapasan, misalnya air liur, dahak, atau ingus dari orang yang terinfeksi. Cara penularannya bisa terjadi tanpa disadari ketika berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi atau menyentuh sesuatu yang sedang dipegang, lalu mengusap hidung atau mulut sendiri. Virus ini juga bisa ditemukan pada tinja orang yang terinfeksi, dan menyebar melalui rute anak-anak yang ke toilet, terutama pada anak anak yang belum terlatih menggunakan toilet. Masa inkubasi enterovirus antara 3 hari dan sd 7 hari, terhitung saat terinfeksi sampai mengembangkan gejalanya. Biasanya virus ini dapat menyebar lagi kepada orang lain dimulai sekitar 3 hari setelah terinfeksi sampai sekitar 10 hari setelah mengembangkan gejala. 

Cuci tangan sesering mungkin terutama jika Anda memiliki meningitis atau sedang merawat seseorang dengan meningitis. Cuci tangan setelah menggunakan toilet atau setelah membantu anak yang sakit menggunakan toilet, juga setelah mengganti popok bayi yang sakit, dan setelah menangani barang-barang berupa seprai handuk, pakaian pribadi seseorang dengan meningitis.

Perlu dipahami bahwa seseorang yang terinfeksi enterovirus tidak menjadi sakit untuk sebagian besar orang, tapi hal ini bukan untuk diabaikannya soal kebersihan pribadi dan tindakan ini dapat membantu mengurangi kesempatan tertular.

TIPS : MENCUCI TANGAN – PENGENDALIAN INFEKSI

  • Bersihkan tangan menggunakan sabun dan air, hingga bersih.
  • Gunakan desinfektan yang dibuat sendiri juga bisa : larutkan 1/4 klorin dan 1 galon air, dengan cara yang sangat mudah, tapi sangat efektif untuk menonaktifkan virus, terutama pada pengaturan yang digunakan di tempat penitipan anak.
  • Jauhkan rumah dari binatang-binatang pembawa virus atau yang bisa mengkontaminasi makanan atau minuman dari urin tikus, hamster yang terinfeksi. 
  • Bebaskan rumah dari nyamuk dan kutu yang sering tanpa kita sadari ada di karpet, kasur, bantal, sofa, gordin. 

Kolostrum (COLOSTRUM)

Melakukan tindakan preventif adalah yang terbaik. Bayi dan anak-anak di usia 2 sampai 6 bulan jika benar benar diberikan ASI dapat melindungi anak anak terhadap gangguan virus meningitis yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Namun beberapa ahli medik dan gizi dari beberapa sumber mengatakan bahwa pemberian ASI adalah terbaik, dibandingkan pemberian vaksin Hib.

Salam sehat bersama Marinki Kefir.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s