Monthly Archives: Mei 2014

Penanganan Diabetes Dengan Kefir

Standar

 

Proses Pembuatan Kefir untuk dijadikan Kefir Bening/Kefir Whey dan Kefir PrimaImage

Penanganan Diabetes dengan Kefir

By Kasriati Purnomo on Saturday, May 31, 2014 at 7:18am

Seorang bapak berkunjung ke rumah Marinki’s Kefir menyatakan keinginannya untuk mengonsumsi Kefir sebagai upaya untuk penyembuhan sakit diabetesnya, karena sudah minum herbal tapi tidak ada perbaikannya sama sekali, angka kadar gulanya berkisar di 300. Lalu saya menganjurkan untuk minum Kefir Optima 3 kali @ 200 ml sehari.

Tadi malam, dia mengabarkan bahwa pada hari pertama mengonsumsi tidak ada perubahan yang signifikan, tapi esok harinya di cek kadar gulanya turun dari 300 menjadi 230, hari berikutnya dia minum kefir dan esok harinya kadar gula kembali ke angka semula.

Untuk kondisi awal bagi yang baru mengonsumsi kefir, angka gula darah adalah tanda yang dianggap sebagai patokan menjadi baik atau tidaknya kondisi tubuh. Sedangkan kita tahu bahwa tanda-tanda sehat itu adalah bisa beraktifitas normal dengan penuh semangat, tidak lemas, selalu bugar, berpikiran positif, dan tidak mengeluh, dll. Untuk itu saya cuplik penjelasan dari Bapak Andang Kasriadi, semoga bisa membantu mengatasi hal hal seperti kejadian bapak tersebut atau penderita DM pengonsumsi Kefir pemula.

 Penanganan Diabetes Dengan Kefir :

  1. Langkah pertama adalah melakukan proses detoksifikasi (mengeluarkan/menetralkan racun), dan memperbaiki pencernaan. Untuk ini diperlukan Kefir Prima atau Kefir Optima. Proses ini berlangsung antara 7 hari sampai 1 bulan, bergantung kondisi gangguannya. Pada saat ini, asupan makanan lainnnya perlu dikurangi, karena Kefir Optima mengandung sekitar 120 kCal per gelas. Konsumsi metformin(kalau sedang minum obat) dikurangi, secara bertahap. Bisa dosisnya diperkecil, atau frekuensinya dikurangi, misalnya dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari.
  2. Konsumsi Kefir Optima secara bertahap dikurangi, diganti dengan Kefir Bening. Tapi tidak boleh dihentikan sama sekali. Misalnya pagi dan siang Kefir Optima, dan malamnya Kefir Bening. Gizi dan nutrisi yang dari Kefir diperlukan dalam proses pembuatan insulin oleh pankreas, disamping juga meregenerasi sel pankreas dan sel yang rusak lainnya.
  3. Untuk percepatan perbaikan sel yang rusak dan percepatan penyerapan glukosa, tambahan 25 cc Kefir Kolostrum akan sangat membantu. Kefir Kolostrum mengandung insulin sekitar 40 kali lipat dari insulin pada Kefir Optima. Disamping itu, Kolostrum mengandung Growth Factor yang sangat membantu meregenerasi sel. Sebagai ilustrasi, bayi sapi yang tidak diberi kolostrum sangat rentan terhadap penyakit, dan bisa mati dalam waktu seminggu, kalaupun hidup, kesehatannya sangat buruk. Kita bayangkan bahwa bayi sapi yang lahir di tempat yang relatif kotor (bukan di RS Bersalin Hermina misalnya), lahir tanpa memiliki antibodi, bisa hidup sehat dan mampu berdiri hanya selang satu jam saja dari saat diberi Kolostrum. 
  4. Pantau gejala DM. Penggunaan metformin terus dikurangi selaras dengan hilangnya gejala DM seperti yang diuraikan di atas.
  5. Pemantauan angka kadar gula darah juga sangat membantu. Yang terpenting adalah SELISIH antara gula darah puasa dan gula darah 2 jam setelah makan. Bila selisihnya sudah kurang dari 40, artinya pankreas sudah berfungsi baik. Jangan terlalu berpatokan pada angka “normal”, dimana gula puasa berada pada angka sekitar 100, karena penderita DM yang sudah lama, angka “normal”nya bisa bergeser/naik. Bisa jadi pada angka 150 saja, penderita sudah menunjukkan gejala hipoglikemik, dan nyaman pada angka 200. Tapi Kefir, seberapa banyakpun konsumsinya tidak akan menurunkan angka gula darah sampai penderita menjadi hipoglikemik, karena Kefir ini seperti memiliki “kriteria” spesifik untuk setiap orang.
  6. Konsumsi Kefir harus terus dilakukan, minimal segelas Kefir Optima sehari. Perlu diingat bahwa terjadinya DM adalah akibat salah gizi, jadi kalau kembali ke pola makan lama, maka kemungkinan DM akan kambuh. Kefir menyempurnakan gizi.
  7. Olahraga merupakan hal yang tidak bisa digantikan oleh Kefir. Usahakan tiap hari berolah raga sampai berkeringat. Kemampuan untuk keluar keringat ini juga merupakan indikasi badan yang sehat, karena umumnya penderita DM sulit berkeringat.Semoga penjelasan ini bermanfaat dan bisa digunakan sebagai acuan dan tambahan wawasan Penggiat Kefir lainnya.

Semoga penjelasan ini bisa membantu memahami cara kerja kefir, dalam rangka penyembuhan.

Salam sehat-Marinki’s Kefir , Jakarta Timur – Layanan konsultasi bisa SMS dan atau Whatsapp ke 0811892010 Image

 

Kefir Whey/Bening, Kefir Prima, Kefir Optima  Rp.50.000/Liter  

Kefir Melangsingkan Tubuh

Galeri

Kefir Menyebabkan Batu Ginjal? – Oleh : Adi Kumbara

Standar
  • Image

    Batu ginjal yang paling dominan adalah Kalsium Oksalat. Jadi untuk terbentuknya batu ginjal, diperlukan adanya Kalsium dan Asam Oksalat (tepatnya ion Kalsium dan ion Oksalat).

    Kebutuhan Kalsium orang dewasa rata-rata sekitar 1000 mg per hari (antara 800 – 1500 mg/hari)

    Bila kita minum susu atau Kefir rata-rata 2 gelas sehari (400 gram), maka terdapat 500 mg Kalsium, atau 50% dari AKG harian. Ini masih belum mencukupi kebutuhan tubuh akan kalsium.

    Kefir memberikan Kalsium yang lebih baik dari susu, karena hadirnya asam laktat, yang membentuk Kalsium laktat yang mudah diserap dan mudah dipakai untuk pembentukan tulang. Suplemen Kalsium yang banyak dijual di toko obat/apotik, disediakan dalam bentuk Kalsium Laktat.

    Tapi kalsium ini akan menjadi pemicu munculnya batu ginjal (kalsium oksalat) bila dalam waktu bersamaan kita juga mengonsumsi makanan yang mengandung asam oksalat tinggi, seperti bayam, kubis, daun singkong, seledri dsb. Atau cemilan seperti kentang, singkong dsb, yang juga mengandung Kalsium oksalat cukup tinggi.

    Oksalat paling tinggi terdapat pada bayam, sampai sekitar 2%, dan sebagian besar sudah dalam bentuk kalsium oksalat. Tapi bila kita makan bayam disertai Kefir, maka kalsium oksalat pada bayam akan dihalangi untuk diserap oleh usus, melainkan diserap oleh probiotik pada Kefir. Sementara adanya asam laktat akan melarutkan sebagian dari Kalsium Oksalat menjadi Kalsium laktat yang kemudian diserap oleh tubuh.

     
    Kefir justru mengikis Batu Ginjal.
    Asam Laktat pada Kefir (terutama Kefir Bening), akan sampai pada ginjal, dan mengikis batu ginjal. Hasil kikisan ini akan terbawa keluar bersama urin. Tapi hal ini bisa memunculkan salah interpretasi bahwa tingginya kadar kristal kalsium pada urin akibat terbentuk oleh Kalsium pada Kefir, padahal justru sedang membuang kristal yang mengendap pada ginjal, atau menjaga agar kalsium oksalat yang kita konsumsi tidak mengendap pada ginjal, melainkan terbawa bersama air seni.

    Walau begitu, harus kita perhatikan bahwa mengonsumsi Kefir bersamaan dengan makanan yang mengandung asam oksalat tinggi adalah kontra produktif. Apalagi bila kemudian kita kurang minum air, sehingga penggelontoran kristal Kalsium Oksalat ini tidak optimal, lalu tetap saja mengendap di ginjal dan kemudian membentuk batu ginjal.

    Lebih parah bila kita mengonsumsi susu (belum jadi Kefir) bersamaan dengan sayuran ber-oksalat tinggi, karena susu tidak mengandung asam laktat dan probiotik, sehingga Kalsium yang dikandungnya langsung membentuk kalsium oksalat yang berpotensi membentuk batu ginjal. Ini membentuk persepsi, bahwa minum susu tidak menghalangi osteoporoisis, bahkan memicu batu ginjal, padahal kekeliruannya adalah mengonsumsi susu bersamaan dengan makanan yang mengandung asam oksalat tinggi.
    Sayang masih banyak dokter yang tidak bisa membedakan pengaruh Kefir dan Susu dalam proses pembentukan Kalsium Oksalat/Batu Ginjal, sehingga menarik kesimpulan yang keliru.

    Untuk mengurangi kalsium oksalat pada sayuran, maka sayuran direbus dan airnya dibuang. Ini adalah trade-off dengan menjaga kandungan vitamin yang terdapat pada sayuran, yang juga hilang. Tapi adanya Kefir akan meng-kompensasikan kerugian ini.
    Copy Right By : Adi Kumbara – DOK KKI

     
  • Eka Gunawan ‘EG’ Untuk Batu Empedu biasanya : saya menyarankan menggunakan Kefir Prima 3 x 150 ml , 100 – 150 ml Kefir Bening menjelang tidur dan VCO ( 2-3 sdm pagi dan malam / ½ jam setelah minum kefir ) . kefir prima : mampu melakukan pemecahan empedu di dalam usus halus sehingga tidak diserap kembali oleh usus. Akibatnya hati dirangsang untuk membuat lebih banyak empedu dari kolesterol di dalam darah. Kedua hal itu menurunkan kadar kolesterol., Kefir Bening : untuk meluruhkan dan memecah batu empedu ,selain itu juga menjaga ketersedian cairan elektrolit dalam tubuh, VCO : untuk mencegah iritasi dan memudahkan jalan keluar batu pada saluran empedu,…. Biasanya dalam 2 minggu gangguan bisa teratasi,perhatikan feces ketika B A B..jika terdapat warna gelap atau kehijauan berarti batu empedu sudah keluar……………….. Jangan lupa Pola makan dan hidup sehat …..salam sehat bersama kefir
     
    Sayangi ginjal Anda, jangan menunggu sakit lalu diobati, tapi rawatlah ginjal sebaik-baiknya dengan cara hidup yang sehat.
    Image
     
    Kefir dibuat berdasarkan pesanan. Hubungi Marinki’s Kefir, SMS dan whatsapp : 0811892010
     

Thalassemia – Penyakit Menurun

Standar

Image

Bagaimana Orang Mendapatkan Thalassemia ?

 Thalassemia adalah penyakit keturunan. Gen-gen yang diterima dari orang tua sebelum menentukan kelahiran, apakah seseorang akan memiliki talasemia atau tidak. Thalassemia bukan menular. Tingkat keparahan klinis thalassemia bervariasi sangat tergantung pada sifat yang tepat dari gen seseorang yang mewarisinya.

Apakah Gen Warisan?

Pada saat pembuahan , seseorang menerima satu set gen dari ibu ( telur ) dan satu set gen dari ayah ( sperma ). Dampak gabungan dari banyak gen menentukan beberapa sifat ( warna rambut, tinggi badan, misalnya ). Sifat ini ditentukan oleh kombinasi gen yang memiliki besarnya gradasi. Karakteristik lain yang ditentukan oleh sepasang gen tunggal ( seks seseorang , misalnya), baik laki-laki atau perempuan. Pola warisan rumit pada pasien dengan thalassemia disebabkan karena dua set gen pada kromosom yang berbeda bekerja sama untuk memproduksi hemoglobin. Sebuah cacat di mana saja dapat menghasilkan thalassemia.

Hemoglobin Yang Diwariskan 

Gen yang terlibat dalam thalassemia mengontrol produksi protein dalam sel darah merah yang disebut hemoglobin . Hemoglobin mengikat oksigen di paru-paru dan melepaskan ketika sel-sel merah mencapai jaringan perifer, seperti hati . Pengikatan dan pelepasan oksigen oleh hemoglobin sangat penting untuk kelangsungan hidup. Setiap molekul hemoglobin berisi empat subunit protein. Dua dari protein subunit disebut alpha dan dua lagi disebut beta. Hemoglobin yang benar mengikat dan melepaskan oksigen hanya ketika dua subunit alpha yang terhubung ke dua subunit beta. Sepasang gen yang terletak pada kromosom 16 mengontrol produksi subunit alpha hemoglobin. Sebuah gen tunggal yang terletak pada kromosom 11 kontrol produksi subunit hemoglobin beta ( Gambar 1 ).

Image

Semua sel mengandung pasangan kromosom idensial, satu dari ayah dan satu dari ibu. Setiap kromosom mengandung ribuan gen berbaris secara berurutan. Seperti ditunjukkan dalam Gambar 1 , setiap orang memiliki dua gen beta globin, satu dari ayah dan satu dari ibu. Karena setiap kromosom # 16 memiliki dua gen alpha globin, artinya setiap orang memiliki empat gen ini. Satu kromosom # 16 berasal dari sang ayah, sehingga berpengaruh terhadap  dua gen alpha globin kepada keturunannya. Satu kromosom # 16 berasal dari ibu yang juga berkontribusi dua gen alpha globin kepada keturunannya.Thalassemia terjadi ketika satu atau lebih gen gagal untuk menghasilkan protein, yang mengarah ke kekurangan salah satu subunitnya. Jika salah satu gen beta globin gagal, maka kondisi ini disebut beta thalassemia. Jika gen globin alpha gagal , kondisi ini disebut alpha thalassemia, terjadi kekurangan subunit alpha.

Globin gen Gambar 1 . Dua kromosom # 11 memiliki satu beta globin gen masing-masing ( untuk total dua gen ) . Kedua chromosomes # 16 memiliki dua gen globin alpha masing-masing ( untuk total empat gen ). Protein hemoglobin memiliki dua subunit alfa dan dua subunit beta. Setiap gen globin alpha menghasilkan hanya sekitar setengah jumlah protein beta globin gen tunggal. Hal ini membuat produksi subunit protein yang sama. Thalassemia terjadi ketika gen globin gagal , dan produksi subunit protein globin dilempar keluar dari keseimbangan, ini disebut Thalassemia Beta

 

Sebuah cacat dalam produksi protein beta globin dari gen beta adalah penyebab paling umum dari beta thalassemia. Kedua gen globin yang hadir dalam sel, tetapi gagal untuk memproduksi hemoglobin memadai ( Ini kontras dengan alpha thalassemia, di bawah, di mana satu atau lebih gen sebenarnya hilang dari sel ). Jika salah satu dari gen globin beta gagal ( misalnya , b1 pada Gambar 1 ), jumlah beta globin dalam sel berkurang setengahnya. Situasi ini disebut thalassemia trait atau thalassemia minor. Jika kedua gen gagal ( b1 dan b2 pada Gambar 1 ), tidak ada beta protein globin diproduksi. Ini disebut thalassemia mayor. Gen beta globin yang ada dalam sel, tetapi gagal untuk beroperasi secara normal dalam versi beta thalassemia. Dalam beberapa kasus, kegagalan gen tidak total. Gen ini menghasilkan sejumlah kecil protein beta normal. Kadang-kadang , seseorang mewarisi dua gen thalassemia beta di mana produksi protein globin beta dari masing-masing berkurang, namun tidak nol. Kondisi klinis thalesemia minor lebih parah dari yang mayor, namun jika kondisi kedua gen globin beta gagal sama sekali, disebut thalassemia intermedia .

 

Berbagai gen thalassemia beta yang berbeda menyebabkan hanya kegagalan parsial dalam produksi protein beta globin. Dalam fungsi parsial mereka, beberapa gen globin beta memproduksi lebih protein daripada yang lain. Untuk alasan ini, perjalanan thalassemia intermedia sangat bervariasi antara pasien. Seseorang dengan dua beta globin gen cacat yang tetap menghasilkan jumlah yang wajar beta protein globin dapat memiliki kondisi klinis yang dekat dengan seseorang dengan thalassemia minor. Dalam kasus lain, dua gen gagal menghasilkan sangat sedikit protein beta globin, dan orang tersebut memiliki kondisi klinis yang mirip dengan thalassemia mayor. Thalassemia intermedia merupakan kondisi klinis yang bervariasi dan harus terus dievaluasi oleh hematologi. Tidak ada dua orang dengan talasemia intermedia adalah sama.

 

Thalassemia minor ( atau sifat ) biasanya kondisi jinak yang menghasilkan hanya anemia ringan. Bentuk-bentuk yang lebih parah dari thalassemia terjadi ketika seseorang mewarisi dua gen thalassemia.

Image

Gambar 2 menunjukkan hasil yang mungkin untuk keturunan dari dua orang dengan talasemia minor. Sebuah kemungkinan bahwa dari satu-dalam – empat anak ada seorang anak yang mewarisi dua gen normal dari orangtua. Sebuah kesempatan satu-dalam – empat juga ada bahwa seorang anak akan mewarisi dua gen thalassemia , dan memiliki bentuk parah dari thalassemia ( thalassemia mayor atau thalassemia intermedia ) . Sebuah kesempatan satu-dalam – dua ada bahwa anak akan mewarisi gen normal dari satu orangtua dan gen thalassemia dari yang lain. Ini akan menghasilkan thalassemia minor ( atau sifat ) .

Probabilitas ini ada untuk setiap anak secara independen dari apa yang terjadi dengan anak-anak sebelum pasangan mungkin ingin memiliki anak. Dengan kata lain, setiap anak yang baru memiliki kesempatan satu – dari – empat memiliki talasemia berat. Beberapa di mana masing-masing memiliki sifat thalassemia dapat memiliki delapan anak , tidak ada satupun yang memiliki dua gen thalassemia. Pasangan lain yang serupa dapat memiliki dua anak masing-masing dengan talasemia berat. Pewarisan gen thalassemia adalah murni masalah kesempatan dan tidak dapat diubah.

Warisan gen hemoglobin dari orang tua dengan thalassemia trait . Sebagai ilustrasi, pasangan memiliki satu kesempatan dalam empat bahwa seorang anak akan mewarisi dua gen thalassemia . Anak akan memiliki bentuk parah dari thalassemia ( thalassemia mayor atau thalassemia intermedia ) . Keparahan bervariasi , sering secara signifikan . Sifat gen thalassemia tertentu sangat mempengaruhi perjalanan klinis gangguan tersebut . Tingkat keparahan klinis dari thalassemia pada orang yang mewarisi dua gen thalassemia akan tergantung pada jumlah protein beta globin yang diproduksi oleh gen yang rusak . Beberapa gen thalassemia menghasilkan dasarnya tidak ada protein beta globin , dan disebut gen thalassemia beta. Seseorang dengan dua gen tersebut memiliki berat , tergantung transfusi thalassemia , yang disebut thalassemia mayor .

Seringkali , gen thalassemia menghasilkan beberapa protein beta globin , tapi jumlahnya dikurangi . Gen thalassemia ini disebut beta thalassemia + gen . Seseorang yang memiliki satu + beta dan satu gen thalassemia beta akan memiliki talasemia mayor . Biasanya , orang dengan dua gen beta + thalassemia juga memerlukan terapi transfusi kronis , dan karena itu juga memiliki thalassemia mayor .

Sebagaimana dicatat , beberapa gen beta + talasemia menghasilkan berkurang , namun jumlah yang wajar dari beta globin protein . Dua gen tersebut kadang-kadang bersama-sama menghasilkan cukup protein beta globin sehingga pasien tidak memerlukan transfusi kronis untuk hidup . Kondisi ini adalah thalassemia intermedia . Thalassemia intermedia didefinisikan secara klinis oleh kebutuhan transfusi pasien . Banyak pertimbangan masuk ke keputusan untuk transfusi pasien kronis . Oleh karena itu , seseorang dapat mengubah secara klinis dari thalassemia intermedia ke thalassemia mayor di beberapa titik selama hidup mereka , sementara tidak ada kesempatan terjadi dalam genetik mereka .

 Alpha Thalassemia

 Alpha thalassemia berkembang karena satu atau lebih dari empat gen globin alpha gagal untuk menghasilkan protein alpha globin . Cacat dalam alpha thalassemia hampir selalu melibatkan hilangnya satu atau lebih gen globin alpha dari kromosom 16 ( Gambar 1 ) . Warisan dari alpha thalassemia adalah kompleks karena setiap orang tua berpotensi melewati dua dari empat gen globin alpha mereka kepada keturunannya. Salah satu aspek dari warisan yang menyederhanakan prediksi adalah bahwa gen alpha berada di dalam chromsosome sama dan diwariskan sebagai pasangan . Isu utama adalah apakah dua gen alpha pada kromosom yang sama akan dihapus . Jika demikian , keturunannya memiliki kesempatan memiliki kondisi alpha thalassemia sangat parah di mana dua gen alpha globin hilang pada satu kromosom # 16 , dan satu hilang di sisi lain chromsome # 16 ( Gambar 3 ) . Dalam hal itu , hanya orang yang memiliki hanya satu gen globin alpha fungsional . Hasilnya adalah , anemia tergantung transfusi berat yang disebut Hemoglobin H Disease . Jika semua empat gen globin alpha yang hilang , kondisi hidup yang tidak kompatibel. Kebanyakan janin mati dalam rahim dengan kondisi ini ( hydrops fetalis ) . Alpha thalassemia di mana dua gen yang hilang pada kromosom yang sama terjadi umumnya pada orang-orang keturunan Asia .

Image

Warisan dari Alpha Thalassemia 

Orang-orang keturunan Asia sering memiliki dua gen globin alpha dihapus pada kromosom yang sama # 16 . Setiap orang tua memiliki thalassemia ringan yang dihasilkan dengan dua berfungsi alpha globin gen . Keturunan yang mewarisi penghapusan ganda dari satu orangtua dan satu dari yang lain akan memiliki penyakit Hemoglobin H (Skenario 1). Keturunan yang mewarisi gen tidak alpha dari orang tua meninggal dalam rahim (Skenario 2, hydrops fetalis). Alpha thalassemia juga terjadi pada orang-orang keturunan Afrika . Di sini , kehilangan dua gen globin alpha pada kromosom yang sama # 16 sangat jarang

Image

Akibatnya , alpha thalassemia biasanya ringan pada pasien tersebut . Penyakit Hemoglobin H dan hydrops fetalis yang sangat jarang .

 

Warisan dari Alpha Thalassemia dengan satu penghapusan per kromosom Gambar 4 . Orang-orang keturunan Afrika biasanya hanya memiliki satu alpha globin gen dihapus per kromosom . Setiap orang tua memiliki thalassemia ringan yang dihasilkan dengan dua gen berfungsi alpha globin. Memiliki keturunan bisa , paling tidak, mewarisi kondisi yang relatif ringan dari orang tua.

Apakah ada tes darah untuk mengetahui memiliki keturunan thalasemia?

Jawabannya adalah ya. Rutin ” jumlah darah ” yang biasa dilakukan dokter ‘ memberikan petunjuk tentang keberadaan thalassemia trait , namun hasil ini tidak konklusif . Dalam kasus beta thalassemia trait , tes khusus , yang disebut ” hemoglobin elektroforesis ” menunjukkan apakah seseorang memiliki kondisi tersebut atau tidaknya. Alpha thalassemia trait ( satu atau dua penghapusan gen thalassemia alpha ) hanya dapat dipastikan dengan analisis DNA prosedur pengujian khusus yang tersedia di hanya beberapa pusat kesehatan utama.

Bagaimana Pengujian untuk Thalassemia ?

Sebagian besar rumah sakit besar dan klinik dapat melakukan elektroforesis hemoglobin rutin . Laboratorium kecil mengirim tes untuk perusahaan-perusahaan komersial yang dapat melakukan pengujian . Tes DNA untuk alpha thalassemia harus dikirim ke salah satu fasilitas laboratorium khusus. Jika Anda prihatin tentang kemungkinan memiliki thalassemia trait , Anda harus berbicara dengan dokter Anda .

Sumber : http://sickle.bwh.harvard.edu/thal_inheritance.html

 

Mengenal Bakteri, Virus dan Antibiotik

Standar

 

Peringatan dari WHO akhir-akhir ini membuat orang makin was was,  peringatan ini disebabkan maraknya gangguan kesehatan akibat berbagai virus yang menyerang manusia, berbagai flu akibat virus yang dikenal virus luar negeri kini menjadi semacam “trend” masuk ke Indonesia : ada virus burung, virus Hong Kong, virus Singapura, sekarang virus Arab yang merebak di Timur Tengah, bahkan ada kasus yang meninggal setelah dia pulang menjalani ibadah Umrah dari negara yang sedang endemi. Saya pun membuka buku lama, apa saja sih yang sudah dilakukan pihak medis, dan masyarakat umumnya, pengetahuan kesehatan apa saja yang harus membekali diri agar kita ini tahu menjaga atau mengantisipasi ketika virus ini menular acak?

Perhatian saya tertuju kepada seorang MD (Medical Doctor) di VOA yang mengatakan bahwa dokter harus hati-hati untuk tidak mudah memberikan antibiotik terhadap pasien. Pikiran saya langsung ingat kepada kisah lama terhadap para keponakan yang sering pilek, sesak nafas, batuk, dan yang kerjanya hanya ke dokter dan keluar masuk Rumah Sakit. Saat itu saya tidak terlalu ambil pusing, mungkin anak anak itu karena susah makan saja, dan terlalu banyak minum susu, jadi daya tahan tubuhnya tidak cukup kuat untuk melawan virus. Yang saya ingat memang anak itu selalu minum obat demam, dan antibiotik oplosan yang sudah diracik apotek dengan bungkus kertas putih.

Benarkah masyarakat kebanyakan tahunya kalau antibiotik itu adalah obat untuk sakit flu? Mari kita bahas satu per satu, apa itu bakteri, virus, dan pemberian antibiotik.

1. BAKTERI 

Image

Bakteri adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil, serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

Manfaat bakteri (friendly) untuk tubuh :

  • Mengubah apa yang dimakan untuk menjadi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
  • Bakteri bisa memproduksi vitamin B dan vitamin K.
  • Memiliki kemampuan memperbaiki sel dinding usus yang sudah tua dan mengalami kerusakan.
  • Merangsang gerak usus agar tidak mudah muntah terutama konstipasi sembelit.
  • Menghambat perkembang-biakkan bakteri jahat (Helicobacterium Pylory).
  • Mencegah tubuh agar tidak mudah terinfeksi bakteri jahat. 
  • Sifat Bakteri  : – Gram Positif (+) dan – Gram Negatif (-)

Biasanya kalau pasien menderita infeksi di bagian atas diafragma (dada) umumnya disebabkan “gram positif”, tapi kalau infeksi di bagian bawah diafragma (dada ke bawah) itu disebabkan “gram negatif”. Gram positif lebih mudah dilawan. 

2. VIRUS

Image

  • Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup.
  • Ukuran virus lebih kecil dari bakteri. Perkembang-biakkan virus menggunakan sel tubuh inangnya. Jadi virus akan mati jika berada di luar tubuh.
  • Virus TIDAK BISA dibunuh oleh obat-obatan. (Catatan : Antibiotik sama sekali tidak bekerja terhadap virus).
  • Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem kekebalan tubuh atau daya tahan tubuh. Ciri alamiah perlawanan tubuh terhadap gangguan virus adalah “demam”. Jadi demam adalah sistem daya tahan tubuh yang justru bermanfaat untuk membasmi virus, karena virus tidak tahan dengan suhu tubuh yang tinggi.

3. ANTIBIOTIK

Image

Antibiotika adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, dan full sintetik yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri.

  • Antibiotik alami, salah satu kandungan ASI merupakan bakteri baik.
  • Antibiotik sintetik : Ampisilin, amodicilin, dll dimasukkan ke jenis antibiotik “Narrow Spectrum”
  • Antibiotik full sintetik : semua bakteri akan mati (yang friendly mau pun yang bad bacteri), misalnya : cepha losporin (ada beberapa jenisnya, a.l Velosef, duricef, dll)

Perhatian :

Pemakaian antibiotik tidak pada tempatnya dan berlebihan, dapat menimbulkan efek negatif yang lebih luas, karena selain dapat membunuh bakteri yang baik dan berguna yang ada di dalam tubuh, sehingga tempat  yang semula diisi bakteri baik, jadi diisi bakteri jahat atau jamur.

Begitu juga jika pemberian antibiotik ini berlebihan akan menyebabkan bakteri bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resistence terhadap antibiotik. 

Penggunaan antibiotik tidak berguna dan tidak tepat diberikan kepada pasien dengan kondisi : 

  • demam
  • radang tenggorokan
  • diare

Antibiotik pun tidak bisa bekerja diberikan kepada penderita dengan kondisi :

  • Colds (demam) dan flu
  • Batuk dan brochitis
  • Radang tenggorokan
  • Infeksi telinga
  • Sinusitis

Penggunaan tidak tepat bisa merugikan dan membahayakan pasien itu sendiri. 

Antibiotik tepat diberikan kepada penderita dengan kondisi :

  • Infeksi saluran kemih
  • Ada sebagian infeksi telinga tengah (“otitis media”)
  • Sinusitis berat yang membuat penderita sakit kepala, dan mengalami pembengkakan di wajah
  • Radang tenggorokan akibat kuman “streptococus” (untuk usia 4 tahun – 7 tahun)

Efek Negatif Antibiotik  :

  • Bisa menimbulkan diare, mual, muntah, mulas. Umumnya menganggu saluran pencernaan
  • Terkadang timbul ruam dan gatal, bibir bengkak, kelopak mata bengkak, dan gangguan pernafasan
  • Demam (drug fever). Antibiotik yang menimbulkan demam : bactrim, septrim, sefalsporoin, eritromicin
  • Ada antibiotik cloramfenikol, sejenis antibiotik yang mengganggu sumsum tulang belakang terutama pada penderita dengan gangguan darah.
  • Antibiotik yang paling sering menimbulkan efek adalah obat TBC seperti INH, refampisin, PZA (Pirazinamid)
  • Gangguan fungsi ginjal. Golongan antibiotik yang bisa menimbulkan efek ini adalah “aminoglicoside” ; garamycin, gentamycin intravena dll. terutama untuk penderita ginjal, hati hati mengonsumsi antibiotik. 

Semakin sering mengonsumsi antibiotik, semakin sering kita sakit! – The less you consume antibiotic, the less frequent you get sick!

 

Dari berbagai sumber 

 

Meningitis : Cara Menghindari Orang yang Memiliki Meningitis dan Perlunya Kolostrum

Standar

Image

Ketika media meliput orang terkenal harus dirawat di Rumahsakit karena didiagnosa sakit Meningitis, kita yang mendengar tersentak juga meski pun penyakit ini sudah lama dikenal di dunia dan meningitis termasuk penyakit menular yang berbahaya. Umumnya calon jemaah haji yang akan menunaikan ibadah haji diwajibkan mendapat vaksinasi meningitis ini. Saya pun ingat waktu itu di tahun 1996 terjadi wabah epidemi meningitis di sub-Sahara Afrika, wabah epidemik ini membentang dari Senegal barat ke Ethiopia Timur, tepatnya di wilayah Sahel. Dari jumlah penduduknya sebanyak 300 juta orang, dan terjadi kasus meningitis sebanyak 250.000 kasus dan yang meninggal dunia sebanyak 25.000 orang akibat penyakit ini. Karena itu epidemi ini dikategorikan ke kejadian luar biasa, dan meski pun di tahun 1996 saya pun mendapat vaksinasi meningitis oleh seorang dokter Jerman (lupa namanya, tapi dia berpraktek di sana dan sudah menjadi dokter kepercayaan orang asing yang sedang bertugas di Tokyo). Pertimbangan saya waktu itu bukan berarti saya tidak akan terkena sakit, tapi paling tidak ada proteksi di tubuh sehingga kekebalan tubuh saya cukup untuk melawan hantaman virus yang terus terang saat itu epidemi meningitis sedang mewabah di benua Afrika dan bisa saja menularkan ke jemaah haji di Makkah.

 

Siapa yang berpotensi terkena Meningitis :

Semua usia orang bisa terinfeksi virus ini, tapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko untuk meningitis, yaitu :

  • Genetika
  • Laki-laki. Umumnya pria lebih sering dari pada perempuan,
  • Umur, mulai bayi  sampai usia dewasa matang (bayi, anak-anak, remaja, dewasa matang) berada pada resiko tertinggi terkena meningitis,
  • Kondisi hidup yang berdesakan, misalnya tinggal di asrama, atau rumah berpenduduk rapat,
  • Anak-anak yang siang hari berada di pusat penitipan anak,
  • Terpapar urin hewan pengerat, banyak serangga (kutu) di karpet dan bahan-bahan tempat yang disukai kutu kutu seperti sofa kain,
  • Tidak mendapatkan MMR, Hib dan PCV (ini nama-nama yang ada di imunisasi) sebelum usia 2 tahun (data ini menurut medis RumahSakit),
  • Melakukan perjalanan ke daerah wabah “meningitis belt” atau juga tidak menerima vaksin meningokokus.
  • Pada waktu dewasa matang belum mendapatkan PPV, imunisasi dan atau tidak memiliki limpa yang berfungsi baik,Sifat penularan virus meningitis viral ini mirip sekali dengan penularan virus  yang lainnya. Cara menghindarkannya pun sama, yaitu dengan cara mencuci tangan setelah bersentuhan dengan benda-benda atau orang yang tidak kita ketahui terpapar virus. Jangan membiasakan minum atau makan dari wadah secara bersamaan, kita tidak bisa melihat apakah seseorang itu membawa virus meningitis yang tidak bisa berkembang atau yang bisa mengembangkannya. Terutama terhadap anak-anak yang kita bawakan wadah minum ke sekolah, lalu ada temannya yang ikut minum dari wadah yang sama, atau sedotan yang sama. Sebaiknya ajari anak-anak kita agar tidak melakukan itu bersama teman-temannya. 

Virus yang menyebabkan meningitis viral yang menular ; enterovirus, misalnya, sangat umum terjadi selama musim panas dan awal musim gugur ( di negara 4 musim : musim panas terjadi mulai Juni sd Agustus, dan musim gugur terjadi mulai September sd November) sedangkan di negara sub tropis seperti Indonesia, bisa sepanjang tahun ada panasnya.

Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala, yang tampak hanya pilek atau ruam kulit dengan demam ringan, dan hanya sebagian kecil saja yang terinfeksi yang benar-benar mengembangkan meningitis. Jika Anda berada di sekitar seseorang yang memiliki meningitis viral, artinya Anda memiliki kesempatan terinfeksi, tetapi kesempatan yang sangat kecil untuk mengembangkan meningitis. Organisme dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui ciuman, hubungan seks, atau kontak dengan darah yang terinfeksi. 

Enterovirus, adalah penyebab yang paling umum dari meningitis viral, dan yang paling sering menyebar melalui kontak langsung dengan sekret pernapasan, misalnya air liur, dahak, atau ingus dari orang yang terinfeksi. Cara penularannya bisa terjadi tanpa disadari ketika berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi atau menyentuh sesuatu yang sedang dipegang, lalu mengusap hidung atau mulut sendiri. Virus ini juga bisa ditemukan pada tinja orang yang terinfeksi, dan menyebar melalui rute anak-anak yang ke toilet, terutama pada anak anak yang belum terlatih menggunakan toilet. Masa inkubasi enterovirus antara 3 hari dan sd 7 hari, terhitung saat terinfeksi sampai mengembangkan gejalanya. Biasanya virus ini dapat menyebar lagi kepada orang lain dimulai sekitar 3 hari setelah terinfeksi sampai sekitar 10 hari setelah mengembangkan gejala. 

Cuci tangan sesering mungkin terutama jika Anda memiliki meningitis atau sedang merawat seseorang dengan meningitis. Cuci tangan setelah menggunakan toilet atau setelah membantu anak yang sakit menggunakan toilet, juga setelah mengganti popok bayi yang sakit, dan setelah menangani barang-barang berupa seprai handuk, pakaian pribadi seseorang dengan meningitis.

Perlu dipahami bahwa seseorang yang terinfeksi enterovirus tidak menjadi sakit untuk sebagian besar orang, tapi hal ini bukan untuk diabaikannya soal kebersihan pribadi dan tindakan ini dapat membantu mengurangi kesempatan tertular.

TIPS : MENCUCI TANGAN – PENGENDALIAN INFEKSI

  • Bersihkan tangan menggunakan sabun dan air, hingga bersih.
  • Gunakan desinfektan yang dibuat sendiri juga bisa : larutkan 1/4 klorin dan 1 galon air, dengan cara yang sangat mudah, tapi sangat efektif untuk menonaktifkan virus, terutama pada pengaturan yang digunakan di tempat penitipan anak.
  • Jauhkan rumah dari binatang-binatang pembawa virus atau yang bisa mengkontaminasi makanan atau minuman dari urin tikus, hamster yang terinfeksi. 
  • Bebaskan rumah dari nyamuk dan kutu yang sering tanpa kita sadari ada di karpet, kasur, bantal, sofa, gordin. 

Kolostrum (COLOSTRUM)

Melakukan tindakan preventif adalah yang terbaik. Bayi dan anak-anak di usia 2 sampai 6 bulan jika benar benar diberikan ASI dapat melindungi anak anak terhadap gangguan virus meningitis yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Namun beberapa ahli medik dan gizi dari beberapa sumber mengatakan bahwa pemberian ASI adalah terbaik, dibandingkan pemberian vaksin Hib.

Salam sehat bersama Marinki Kefir.