Kefir Menyembuhkan Chikungunya

Standar

Image

Mengapa Chikungunya seringkali mewabah di Indonesia?

Dari mana awal mulanya seseorang terkena Chikungunya?

Image

Mengapa Rumah Sakit mengobati pasien hanya dengan cara mengurangi demam, dan penahan rasa sakit di sendi?

Image

Apakah memang chikungunya ini tidak ada obatnya?

Image

Mari buka wawasan kita!

Apa itu Chikungunya?

Menurut Wikipedia :

Chikungunya merupakan penyakit sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Namanya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Makonde yang berarti “yang melengkung ke atas”, merujuk kepada tubuh yang membungkuk akibat gejala-gejala arthritis penyakit ini.

Pengertian Chikungunya

Chikungunya berasal dari bahasa Swahili berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung, mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan (MSDS) Kantor Keamanan Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki. Selain kasus demam berdarah yang merebak di sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat direpotkan pula dengan kasus Chikungunya. Gejala penyakit ini termasuk demam mendadak yang mencapai 39 derajat C, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Terdapat juga sakit kepala, conjunctival injection dan sedikit fotofobia.

Penyakit ini biasanya dapat disembuhkan dengan membatasi diri sendiri dan akan sembuh sendiri. Perawatan berdasarkan gejala disarankan setelah terdapat tanda-tanda penyakit lain yang lebih berbahaya. Hh

Penyebab Chikungunya

Aedes aegypti merupakan penyebab chikungunya.

Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus, yaitu Alphavirus dan ditularkan lewat nyamukAedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih “bersaudara” dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan. Penyakit Chikungunya disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Apakah penyakit ini juga disebabkanvirus dengue? Lalu, apa bedanya dengan DBD dan bagaimana membedakannya? Penyakit Chikungunya disebabkan oleh sejenis virus yang disebut virus Chikungunya. virus Chikungunya ini masuk keluarga Togaviridaegenus alphavirus.

Chikungunya di Indonesia

Peta yang menunjukan epidemiologi chikungunya.

Penyakit ini pertama sekali dicatat di TanzaniaAfrika pada tahun 1952, kemudian di Uganda tahun 1963. Di Indonesiakejadian luar biasa (KLB) Chikungunya dilaporkan pada tahun 1982, Demam Chikungunya di Indonesia dilaporkan pertama kali di Samarinda pada tahun 1973[1], kemudian berjangkit di Kuala TungkalMartapuraTernateYogyakarta (1983), Muara Enim(1999), Aceh dan Bogor (2001). Sebuah wabah Chikungunya ditemukan di Port Klang diMalaysia pada tahun 1999, selanjutnya berkembang ke wilayah-wilayah lain. Awal 2001, kejadian luar biasa demam Chikungunya terjadi di Muara EnimSumatera Selatan dan Aceh. Disusul Bogor bulan Oktober. Setahun kemudian, demam Chikungunya berjangkit lagi diBekasi (Jawa Barat), Purworejo dan Klaten (Jawa Tengah). Diperkirakan sepanjang tahun 2001-2003 jumlah kasus Chikungunya mencapai 3.918 jiwa dan tanpa kematian yang diakibatkan penyakit ini.

Gejala penderita Chikungunya

Pegal linu merupakan ciri khas dari chikungunya.

Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang-tulang, ada yang menyebutnya sebagai demam tulang atau flu tulang. Gejala-gejalanya memang mirip dengan infeksi virus denguedengan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu. virus ini dipindahkan dari satu penderita ke penderita lain melalui nyamuk, antara lain Aedes aegyptivirus yang ditularkan oleh nyamukAedes aegypti ini akan berkembang biak di dalam tubuh manusia. virus menyerang semua lapisan usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah endemis. Secara mendadak penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari, sehingga dikenal pula istilah demam lima hari. Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam-ruam merah itu muncul setelah 3-5 hari. Mata biasanya merah disertai tanda-tanda seperti flu. Sering dijumpai anak kejang demam. Pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta terjadi pembesarankelenjar getah bening. Pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah. Pada umumnya demam pada anak hanya berlangsung selama tiga hari dengan tanpa atau sedikit sekali dijumpai perdarahan maupun syok. Bedanya dengan demam berdarah dengue, pada chikungunya tidak terdapat perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian.

Salah satu laporan dari Kompas.com bulan Januari 2014.

PAMEKASAN, KOMPAS.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menetapkan wabah Chikungunya yang menyerang warga sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Hal itu karena penularannya sudah merambah ke empat kecamatan, yang sebelumnya hanya dua kecamatan. Empat kecamatan yang sudah diserang wabah Chikungunya, masing-masing Kecamatan Larangan, Kecamatan Pademawu, Kecamatan Kadur dan Kecamatan Pakong. 
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Pamekasan, Rusdi Saleh mengatakan, status KLB itu karena ada satu tersangka yang terserang Chikungunya. 
Setelah itu, serangan semakin menular dari satu dusun, hingga antardesa dan sampai antarkecamatan. 
“Saat ini terus kita pantau penularannya. Namun sementara berdasarkan laporan masing-masing kecamatan masih empat kecamatan dari 13 kecamatan yang terserang Chikungunya,” kata Rusdi, Kamis (23/1/2014). 
Lebih lanjut Rusdi menjelaskan, meskipun tidak sampai menyebabkan kematian kepada penderita, namun Chikungunya patut diwaspadai karena menyebabkan warga kaku di persendian, sakit di sekujur badan, demam dan sakit pada tenggorokan. 
Masa serangan chikungunya paling lama tujuh hari. “Masyarakat jangan panik meskipun terserang Chikungunga. Penyakit itu akan sembuh dengan sendirinya walaupun tanpa pengobatan. Namun yang perlu diobati pada demam dan nyeri persendian saja,” ungkapnya.
Berdasarkan data di Dinkes Pamekasan, wabah Chikungunya baru pertama kali menyerang Kabupaten Pamekasan. Wabah itu menyerang suatu daerah pada siklus 20 tahunan. Namun sebelumnya di Pamekasan belum pernah terjadi wabah Chikungunya. 
“Hasil uji laboratorium belum memastikan bahwa wabah itu Chikungunya. Namun jika melihat indikasinya mengarah ke Chikungunya,” tandasnya. 

Kiranya sudah jelas ya, apa yang dimaksud dengan Chikungunya?

Nah.. saya ingin berbagi info lagi bahwa ternyata Kefir susu, yang pembuatannya dilakukan secara mudah dan sederhana ini bisa menyembuhkan pasien chikungunya, simak pengalaman Dede Qikan yang menceriterakan bagaimana ibunya menderita Chikungunya : “Ibunya menderita Chikungunya lebih dari 2 minggu, dan dokter menyerah karena obat mau pun makanan tidak ada yang bisa masuk. Kondisinya sangat memprihatinkan sehingga banyak pelayat yang untuk sekedar bersalaman saja mereka takut. Ibunya takut untuk dibawa ke Rumah Sakit, akhirnya “dipaksa” untuk minum kefir, karena Dede Qikan ini bekerja di Rumah Kefir sudah 5 tahun lamanya. Walau pun awalnya sering dimuntahkan kembali, tapi terus dilakukan dan dibujuk agar mau minum kefir. Berkat kuasa Allah SWT, alhamdulillah dalam waktu 4 hari, kondisi ibunya sudah sangat baik, dan sudah bisa makan normal. Hanya seminggu ibunya sudah bisa beraktifitas lagi. Ini benar-benar hidayah bagi yang mempercayai kekuasaan Allah, bahwa semua penyakit bisa sembuh kembali. Obat atau Kefir hanya sebagai medianya.

“Kadang hidayah dari Allah SWT untuk menggunakan karuniaNYA ini perlu melewati jalan yang sulit” 

Bagi yang ingin menjaga kebugaran, atau bagi yang sudah menunjukkan gejala Chikungunya, tidak perlu khawatir, minumlah Kefir! Salam Sehat… 🙂

Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s