Monthly Archives: Januari 2014

Kefir Menyembuhkan Chikungunya

Standar

Image

Mengapa Chikungunya seringkali mewabah di Indonesia?

Dari mana awal mulanya seseorang terkena Chikungunya?

Image

Mengapa Rumah Sakit mengobati pasien hanya dengan cara mengurangi demam, dan penahan rasa sakit di sendi?

Image

Apakah memang chikungunya ini tidak ada obatnya?

Image

Mari buka wawasan kita!

Apa itu Chikungunya?

Menurut Wikipedia :

Chikungunya merupakan penyakit sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Namanya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Makonde yang berarti “yang melengkung ke atas”, merujuk kepada tubuh yang membungkuk akibat gejala-gejala arthritis penyakit ini.

Pengertian Chikungunya

Chikungunya berasal dari bahasa Swahili berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung, mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan (MSDS) Kantor Keamanan Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki. Selain kasus demam berdarah yang merebak di sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat direpotkan pula dengan kasus Chikungunya. Gejala penyakit ini termasuk demam mendadak yang mencapai 39 derajat C, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Terdapat juga sakit kepala, conjunctival injection dan sedikit fotofobia.

Penyakit ini biasanya dapat disembuhkan dengan membatasi diri sendiri dan akan sembuh sendiri. Perawatan berdasarkan gejala disarankan setelah terdapat tanda-tanda penyakit lain yang lebih berbahaya. Hh

Penyebab Chikungunya

Aedes aegypti merupakan penyebab chikungunya.

Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus, yaitu Alphavirus dan ditularkan lewat nyamukAedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih “bersaudara” dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan. Penyakit Chikungunya disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Apakah penyakit ini juga disebabkanvirus dengue? Lalu, apa bedanya dengan DBD dan bagaimana membedakannya? Penyakit Chikungunya disebabkan oleh sejenis virus yang disebut virus Chikungunya. virus Chikungunya ini masuk keluarga Togaviridaegenus alphavirus.

Chikungunya di Indonesia

Peta yang menunjukan epidemiologi chikungunya.

Penyakit ini pertama sekali dicatat di TanzaniaAfrika pada tahun 1952, kemudian di Uganda tahun 1963. Di Indonesiakejadian luar biasa (KLB) Chikungunya dilaporkan pada tahun 1982, Demam Chikungunya di Indonesia dilaporkan pertama kali di Samarinda pada tahun 1973[1], kemudian berjangkit di Kuala TungkalMartapuraTernateYogyakarta (1983), Muara Enim(1999), Aceh dan Bogor (2001). Sebuah wabah Chikungunya ditemukan di Port Klang diMalaysia pada tahun 1999, selanjutnya berkembang ke wilayah-wilayah lain. Awal 2001, kejadian luar biasa demam Chikungunya terjadi di Muara EnimSumatera Selatan dan Aceh. Disusul Bogor bulan Oktober. Setahun kemudian, demam Chikungunya berjangkit lagi diBekasi (Jawa Barat), Purworejo dan Klaten (Jawa Tengah). Diperkirakan sepanjang tahun 2001-2003 jumlah kasus Chikungunya mencapai 3.918 jiwa dan tanpa kematian yang diakibatkan penyakit ini.

Gejala penderita Chikungunya

Pegal linu merupakan ciri khas dari chikungunya.

Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang-tulang, ada yang menyebutnya sebagai demam tulang atau flu tulang. Gejala-gejalanya memang mirip dengan infeksi virus denguedengan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu. virus ini dipindahkan dari satu penderita ke penderita lain melalui nyamuk, antara lain Aedes aegyptivirus yang ditularkan oleh nyamukAedes aegypti ini akan berkembang biak di dalam tubuh manusia. virus menyerang semua lapisan usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah endemis. Secara mendadak penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari, sehingga dikenal pula istilah demam lima hari. Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam-ruam merah itu muncul setelah 3-5 hari. Mata biasanya merah disertai tanda-tanda seperti flu. Sering dijumpai anak kejang demam. Pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta terjadi pembesarankelenjar getah bening. Pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah. Pada umumnya demam pada anak hanya berlangsung selama tiga hari dengan tanpa atau sedikit sekali dijumpai perdarahan maupun syok. Bedanya dengan demam berdarah dengue, pada chikungunya tidak terdapat perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian.

Salah satu laporan dari Kompas.com bulan Januari 2014.

PAMEKASAN, KOMPAS.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menetapkan wabah Chikungunya yang menyerang warga sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Hal itu karena penularannya sudah merambah ke empat kecamatan, yang sebelumnya hanya dua kecamatan. Empat kecamatan yang sudah diserang wabah Chikungunya, masing-masing Kecamatan Larangan, Kecamatan Pademawu, Kecamatan Kadur dan Kecamatan Pakong. 
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Pamekasan, Rusdi Saleh mengatakan, status KLB itu karena ada satu tersangka yang terserang Chikungunya. 
Setelah itu, serangan semakin menular dari satu dusun, hingga antardesa dan sampai antarkecamatan. 
“Saat ini terus kita pantau penularannya. Namun sementara berdasarkan laporan masing-masing kecamatan masih empat kecamatan dari 13 kecamatan yang terserang Chikungunya,” kata Rusdi, Kamis (23/1/2014). 
Lebih lanjut Rusdi menjelaskan, meskipun tidak sampai menyebabkan kematian kepada penderita, namun Chikungunya patut diwaspadai karena menyebabkan warga kaku di persendian, sakit di sekujur badan, demam dan sakit pada tenggorokan. 
Masa serangan chikungunya paling lama tujuh hari. “Masyarakat jangan panik meskipun terserang Chikungunga. Penyakit itu akan sembuh dengan sendirinya walaupun tanpa pengobatan. Namun yang perlu diobati pada demam dan nyeri persendian saja,” ungkapnya.
Berdasarkan data di Dinkes Pamekasan, wabah Chikungunya baru pertama kali menyerang Kabupaten Pamekasan. Wabah itu menyerang suatu daerah pada siklus 20 tahunan. Namun sebelumnya di Pamekasan belum pernah terjadi wabah Chikungunya. 
“Hasil uji laboratorium belum memastikan bahwa wabah itu Chikungunya. Namun jika melihat indikasinya mengarah ke Chikungunya,” tandasnya. 

Kiranya sudah jelas ya, apa yang dimaksud dengan Chikungunya?

Nah.. saya ingin berbagi info lagi bahwa ternyata Kefir susu, yang pembuatannya dilakukan secara mudah dan sederhana ini bisa menyembuhkan pasien chikungunya, simak pengalaman Dede Qikan yang menceriterakan bagaimana ibunya menderita Chikungunya : “Ibunya menderita Chikungunya lebih dari 2 minggu, dan dokter menyerah karena obat mau pun makanan tidak ada yang bisa masuk. Kondisinya sangat memprihatinkan sehingga banyak pelayat yang untuk sekedar bersalaman saja mereka takut. Ibunya takut untuk dibawa ke Rumah Sakit, akhirnya “dipaksa” untuk minum kefir, karena Dede Qikan ini bekerja di Rumah Kefir sudah 5 tahun lamanya. Walau pun awalnya sering dimuntahkan kembali, tapi terus dilakukan dan dibujuk agar mau minum kefir. Berkat kuasa Allah SWT, alhamdulillah dalam waktu 4 hari, kondisi ibunya sudah sangat baik, dan sudah bisa makan normal. Hanya seminggu ibunya sudah bisa beraktifitas lagi. Ini benar-benar hidayah bagi yang mempercayai kekuasaan Allah, bahwa semua penyakit bisa sembuh kembali. Obat atau Kefir hanya sebagai medianya.

“Kadang hidayah dari Allah SWT untuk menggunakan karuniaNYA ini perlu melewati jalan yang sulit” 

Bagi yang ingin menjaga kebugaran, atau bagi yang sudah menunjukkan gejala Chikungunya, tidak perlu khawatir, minumlah Kefir! Salam Sehat… 🙂

Image

Penyakit Usus Parah, “CROHN” Sembuh Karena Kolostrum

Standar

Image

Foto diambil dari google.

Di usia 46 tahun, seorang Alan Graham terkena penyakit usus parah yang disebut Crohn, yaitu peradangan kronis di seluruh atau sebagian usus yang bisa menyebabkan percepatan kematian, jika tidak ditangani dengan serius.

Gejala bervariasi, hal yang umum adalah inkontinensia tinja, dan penurunan drastis berat badan. Selain itu, hal ini menyebabkan kelelahan, depresi, kelemahan, dan menurunkan kualitas hidup.

Pengobatan yang dilakukan secara medis kedokteran untuk kondisi ini, tepatnya ke dokter spesialis GI (gastrointestinal) akan segera diberikan obat farmasi steroid Prednisone untuk 6 minggu, dan kemudian diikuti dengan dosis harian obat sulfasalazin. Bukti obat sebagai toksisitas yang berbahaya inilah awal sakitnya harus dijalani dengan mengonsumsi obat obatan tersebut selama 8 (delapan) tahun… :O

Image  Image

Sekitar tahun 1998, pada tahun ke-6 dari siksaan konstan dan tanpa akhir ini, dia mulai mengalami serangan periodik penyumbatan parsial usus yang memaksa dia untuk menyetir sendiri ke UGD Rumah Sakit, dia berteriak saking sakitnya karena dia merasa akibat Prednisone lah penyebab penderitaannya makin parah, dan dia merasa sedang berada di neraka.. 😦  Dia merasa sedang sekarat, terus menerus ada luka dalam, ruam, dan luka terbuka. Berat badannya seolah spiral meluncur ke bawah. Selain itu, dia merasa harapannya dihancurkan oleh satu peleton Dokter dan spesialis membuat setiap indikasi bahwa segala sesuatu yang bisa dilakukan, sedang dilakukan,  dia harus dioperasi untuk menghilangkan sebagian besar ususnya…

Lalu dia mulai meneliti keadaan medisnya sendiri, melakukan diet yang benar. Suatu hari dia terkejut menemukan bahwa ada Komunitas Gizi lainnya yang memiliki informasi yang jauh lebih baik yang berhubungan dengan penyakitnya. Mengapa pengetahuan umum untuk setiap holistik MD, setiap dukun, dan bahkan setiap cekikikan gadis-gadis SMA,  clerking toko makanan kesehatan tahu kalau Prednisone dan sulfasalazin adalah pasti buruk bagi usus dalam waktu jangka pendek mau pun jangka panjang.

Masyarakat yang tampaknya kredibel ini menyarankan bahwa “Gut” adalah yang pertama dan yang paling penting adalah setiap orang harus memiliki garis pertahanan medis. Sebuah usus sakit di setiap lokasi sebenarnya hanya dibuat menjadi lebih buruk jika mengonsumsi obat steroid penghilang rasa sakit! Juga, mereka menginformasikan secara meyakinkan bahwa penyakit nyali relatif gratis berada di bawah serangan konstan oleh antibiotik, klorin dalam air keran, dan lingkungan yang buruk

Obat ini membuat sakit individu karena, meskipun fakta bahwa mereka dapat mengurangi masalah penyebab peradangan dan membuat orang merasa menjadi sedikit lebih baik. Bahkan, justru membuat penyakit menjadi lebih buruk. Pertama, obat-obatan itu membunuh bakteri baik yang sangat diperlukan berikut dengan bakteri jahat. Kedua, Prednisone fungsinya menekan sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan sehingga tubuh jauh lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi oportunistik dari semua jenis.

Bakteri baik bersimbiotik adalah makhluk bersel satu yang berevolusi untuk tinggal bersama makhluk lainnya –  dalam usus kita – dan mereka adalah pertahanan terbaik yang kita miliki terhadap sejumlah parasit, racun, dan mikroba menular. Dalam usus kita selalu ada Candida, misalnya, berproliferasi bila tidak ditopang oleh bakteri usus yang baik. Candida menghasilkan koloni ragi yang bertempat tinggal sebagai parasit pada lapisan usus besar. Ini potongan kecil ragi tidak hanya mengurangi fungsi usus yang terkena dampak dan menyediakan lebih banyak penyakit, mereka juga diserap ke dalam aliran darah untuk mengambil tinggal di hati, limpa, ginjal atau bahkan vagina. Ini kuman penyakit berbahaya, dan ini dibebaskan oleh resep obat. Hasilnya? kekacauan ragi ini yang disebut “leaky gut”.

Proliferasi Candida juga dapat menyebabkan masalah lain: Osteoporosis, diabetes, tekanan darah tinggi, Fibromyalgia, MS, sindrom kelelahan kronis, dan arthritis. 

Menegaskan kembali bahwa usus sehat mengandaikan individu yang sehat, dan bahwa usus sehat adalah garis pertahanan pertama dalam program kesehatan keseluruhan.

Dia kembali ke rumah sakit untuk dilakukan pengangkatan biasa, dengan keberaniannya dia mengatakan bahwa Prednisone telah membohonginya. Meski pun steroid ini akan “memukul mundur penyakit Crohn” tapi bukan penyembuhan yang didapat hanya menahan rasa sakitnya saja. Steroid itu sangat berbahaya. Dan ini harus dihindarkan, tidakkah ada cara lain?

Alan Graham mengatakan bahwa : “Pada titik ini, saya mulai mengemis kepada Dokter untuk apa pun yang mungkin bisa membantu. Dia menatap tepat di mata, dan, tampaknya tidak menyadari apa yang telah saya katakan kepadanya, menyarankan enema steroid! Saya menunduk dan berjalan keluar dari ruang dokter. Bagaimana caranya agar tidak melanggar langkah yang dilakukan dokter… saya bergumam …  mungkin dialah yang membutuhkan enema steroid …” … 🙂

Komunitas medis memiliki alasan untuk menjelekkan suplemen makanan dan terapi gizi, namun,  jika Dokter memiliki keluasan ilmu lain dan tidak menggalinya, maka hanya arogansi mereka yang akan bicara, dengan menolak lintas pelatihan dalam disiplin ilmu gizi alternatif.

Inilah pengalaman Alan Graham sampai menemukan kolostrum ajaib.

“Mencari web, membaca buku tentang metode medis alternatif, nongkrong di toko makanan kesehatan setempat, dan mencoba segala macam rejimen herbal dan diet yang berbeda yang menempatkan keengganan dokter saya menjadi cahaya baru yang meresahkan. Aku bisa mengerti bagaimana MD (Medical Doctor) pun mungkin enggan untuk memiliki hubungan dengan banyak ilmu di luar kedokteran modern lebih jauh. Sebagian besar pendekatan ini mungkin lahir dari perdukunan…  Tapi aku sangat bingung untuk menemukan bahwa beberapa saran yang sangat utama dari dokter bahwa saya harus memberi  – bisa saja memberi saya, tapi  … mereka tidak. Semua hal-hal yang mereka harus katakan kepada saya untuk tidak akan berkompromi tentang berpraktek terbaiknya, merendahkan ilmu mereka, atau membuat mereka dalam kesulitan dengan perusahaan asuransi… “. 

Contoh : Dokter saya bisa mengatakan kepada saya bahwa obat sulfa yang mereka berikan akan membunuh makhluk kecil yang menghasilkan Vitamin K – efek samping lain dari proses anti-simbiosis. Vitamin K sangat penting untuk pembekuan darah. Vitamin K sangat penting untuk orang dengan kolitis atau lebih serius Crohn, dokter akan mengatakan kepada saya untuk mengambil suplemen K – seperti Alfalfa, sebagai sumber kualitas. Mereka mengatakan apa-apa tentang Vitamin K. Dan ini merupakan praktek hampir terbaik, tapi bukan ilmu pengetahuan yang baik.

Contoh lain: Setiap orang dengan penyakit usus seperti saya harus mengambil suplemen kromium asam amino chelated atau polynicotinate setiap hari untuk meningkatkan jumlah situs reseptor insulin. Ini adalah bantuan yang mudah diimplementasikan dalam metabolisme gula untuk memfasilitasi sistem pencernaan di bawah tekanan yang ekstrim. Ini bukan minyak ular, pembaca yang baik: ini adalah ilmu dengan kutipan. Tak sepatah kata pun dari Dokter HMO saya tentang kromium, meskipun …

Masih contoh lain: Acidophilus & atau yang lain harus diambil setiap hari untuk membantu mengisi bakteri baik tapi obat sulfa akan membasminya tanpa pandang bulu. Bukan salah satu dari 8 atau 10 dokter yang saya miliki atas mereka selama 8 tahun bahkan disebutkan salah satu dari hal-hal ini. 

Bagaimana Crohn bisa sembuh?

Ada beberapa bukti bahwa penyakit Johnes pada hewan Ruminate dapat ditransfer ke manusia dari susu dan kolostrum, dan bisa menyebabkan Crohn. Mikroba Johnes awalnya ditularkan dari ambing hewan yang terkontaminasi dengan kotoran. Untuk alasan ini penyedia kolostrum harus sangat berhati-hati dengan kebersihan dan pengujian hewan, tetapi beberapa operator kecil yang tidak bermoral, atau penyedia kolostrum yang tidak punya nama,  mungkin tidak begitu hati-hati. Sebagian besar orang dengan Crohn memiliki penyakit lama yang belum pernah mencoba kolostrum. Jika saja Crohn sebenarnya tidak berasal dari susu dan ada kasus yang  didokumentasikan di mana seseorang mulai menerapi dengan kolostrum, maka untuk amannya ikuti saran-saran sebagai berikut:

Kolostrum ampuh untuk seseorang yang memiliki penyakit usus (sakit Maag, Gerd, Crohn) – Bagi yang sehat tidak perlu. Belilah kolostrum dari penggiat yang terpercaya.

Apa itu Colostrum/Kolostrum?

Image

Kolostrum adalah zat ajaib. Kolostrum  zat yang berada dalam susu induknya. Lihatlah hewan : rusa yang baru melahikan atau zebra sabana dan, dalam beberapa menit, bayi mungil rusa bisa langsung berjalan dengan ibunya. Tanpa kolostrum, bayi mungil nyaris tidak bisa berdiri dan akan segera mati. Kolostrum adalah promotor kualitas untuk meningkatkan kekebalan tubuh, memfasilitasi mekanisme kesehatan kimia secara alami. Mekanisme ini mencakup anti-virus, anti-bakteri, anti-inflamasi, dan anti-jamur. Selain itu, Kolostrum adalah anti-oksidan yang sangat kuat.

Ini bukan informasi baru! Manusia telah lama mengetahui manfaat Kolostrum sapi sebagai promotor kualitas kesehatan alami dan penyembuhan yang nyata. Kasta atas di India telah menggunakan zat selama ribuan tahun, dan ini adalah mengingat kontingen vegan yang kuat yang mendukung India. Dengan kata lain, bahkan seorang vegetarian dapat mengonsumsi dengan hati nurani yang bersih. Anak-anak sapi tidak terpengaruh cara lebah yang sama tidak terpengaruh tentang madu mereka. Selalu ada cukup kolostrum dengan cara yang sama dan selalu ada cukup madu. Alam membuat lebih dari cukup. Ajaib!

Image

Setelah mengonsumsi kolostrum untuk sakit di usus, setidaknya hanya semalam 50% dan sebanyak 70% peningkatan pada kolitis atau Crohn! Testimoni penderita yang lain mengatakan bahwa 70% sampai 90% perbaikan dalam 72 jam, dan Crohn sembuh.

Disarankan harus pelan-pelan menyapih diri dari Prednisone dan berhenti memakai Sulfasalazin dan mulailah mengambil Colostrum sebagai alternatif pengobatan secara alami. Umumnya 3 (Tiga) hari manfaat Kolostrum akan menjadi tes yang bagus, dan jika tidak bekerja untuk Anda, Anda dapat kembali ke obat lama Anda. Percaya atau tidak, ini pilihan. Apakah Anda ingin seperti Alan Graham yang 8 tahun hidup layaknya “mayat hidup” dan menjadi korban Prednisone dan Sulfasalazin, atau hidup nyaman dan bebas bahagia hanya dengan Kolostrum? Tapi ada wartawan Jurnal Kesehatan meyakinkan bahwa Anda tidak akan pernah kembali ke obat-obatan setelah mengonsumsi Kolostrum. Bersiaplah untuk takjub!

Image

Catatan: Silakan periksa kepada dokter Anda sebelum menghentikan obat (terutama Prednisone), atau memulai apapun yang baru. Prednison, dan obat-obatan berbasis kortison lain, harus tidak dihentikan tiba-tiba! Dosis harus dikurangi secara perlahan untuk menghindari komplikasi serius.

Bersiaplah untuk merasa lebih baik secara fisik. Bersiaplah untuk memiliki depresi Anda hilang karena Colostrum mempromosikan produksi yang aman dan meningkatkan umur panjang serotonin dan dopamin di otak.

Bagaimana dosis mengonsumsi Kolostrum? Jangan khawatir, kolostrum adalah MAKANAN, jadi konsumsilah layaknya Anda mengonsumsi makanan sehat. Makanlah sebelum lapar, dan sudahilah sebelum kenyang, artinya tidak perlu berlebihan.

Mudah-mudahan informasi ini akan membantu pembaca dalam menambah wawasan dan mensosialisasikan manfaat kolostrum untuk meningkatkan kekebalan tubuh kepada sanak keluarga, kerabat semuanya. Salam sehat. Marinki’s Kefir.
Image
Artikel ini ditulis dari berbagai nara sumber.
Marinki’s Kefir menyediakan Kefir Kolostrum, Kefir Prima, Kefir Optima, Kefir Whey, dan Grains Kefir (Bibit Kefir).
SMS dan Whatsapp ke HP : 0811892010 (Enden Kasriati). FB : Kasriati Martadisastra

10 Jenis Makanan yang dimodifikasi secara genetik yang harus dihindari dikonsumsi

Standar

Pengantar :

Tidak banyak masyarakat kita yang mengetahui makanan apa saja yang baik dan sehat untuk dikonsumsi, dan banyak pula yang tahu tapi tidak memperdulikannya. Di negara-negara yang masyarakatnya sudah “melek” internet dan peduli terhadap kesehatan tentu ingin menjalani hidup dengan baik. Apa salahnya jika saya pun tergerak untuk mensosialisasikan pengetahuan ini kepada siapa saja, yang mau dan niat untuk menjalani hidup sehat. Tidak salah ungkapan di keluarga saya bahwa makanlah makanan yang halalan thoyiban, makanan yang baik dan dibolehkan oleh agama yang dianut. Saya googling dan mencari tahu, apakah ada makanan atau bibit tanaman ini yang dijual di Indonesia. Ternyata, banyak sekali makanan yang didatangkan oleh importir yang dari negara asalnya sudah dilarang untuk dikonsumsi, dan di Indonesia ini beredar bebas mulai dari warung pinggir jalan sampai ke swalayan dan hotel hotel, alangkah mudahnya penyebaran ini. Bagaimana seharusnya masyarakat menyikapi ini? Mengapa negara agraris begitu bergantung terhadap pangan dari negara lain? Mengapa swasembada pangan negara agraris ini menjadi kalah langkah? Mungkin sebagai rakyat kecil, saya hanya bisa mengajarkan kepada orang-orang bahwa mulailah memberikan makanan hasil petani kita sendiri, jangan bergantung pada produk impor! Biasakan makan jagung dari bibit sendiri, bukan jagung bibit membeli dari agen Monsanto. Makanlah pepaya lokal bukan pepaya california GMO, makanlah nasi dari beras hasil petani kita yang bebas pestisida dan bibit padi bukan GMO, dst. Silakan menyimak info di bawah ini. Semoga bermanfaat… Salam Sehat 🙂

Terjemahan dari google : 

Selasa, 1 Mei, 2012 oleh: Aurora Geib 

(NaturalNews) Ada konspirasi menjual terjadi di Amerika. Politik dan kepentingan pribadi tampaknya menentukan kebijakan pemerintah atas dan di atas isu-isu kesehatan dan keselamatan. Ketika Presiden Obama menunjuk Michael Taylor pada tahun 2009 sebagai penasihat senior untuk FDA, protes sengit pun terjadi dari kelompok konsumen dan lingkungan. Mengapa? Taylor digunakan untuk menjadi wakil presiden untuk Monsanto, sebuah perusahaan multinasional tertarik dalam pemasaran hasil rekayasa genetika (GM) makanan. Ia selama masa jabatannya bahwa GMO telah disetujui di AS tanpa menjalani tes untuk menentukan apakah mereka aman untuk dikonsumsi manusia. 

Bahaya GMO

Pertanyaan apakah makanan yang dimodifikasi secara genetik (GMO) aman untuk dikonsumsi manusia merupakan perdebatan yang tampaknya tidak melihat resolusi apapun kecuali di arena opini publik. Karena kurangnya label, hanya menyisakan kebingungan, apakah makanan yang ada di meja adalah makanan yang dimodifikasi secara genetik atau tidak. Kurangnya informasi membuat penghindaran dan pelacakan makanan GM menjadi sia-sia. Berikut adalah beberapa produk makanan yang populer yang diidentifikasi kategori makanan GMO (Genetically Modified Organism) : 

  1. Jagung -. Jagung telah dimodifikasi untuk membuat insektisida sendiri. US Food and Drug Administration (FDA) telah menyatakan bahwa jagung modifikasi genetik telah diperkenalkan sebagai konsumsi manusia. Monsanto telah mengungkapkan bahwa setengah dari peternakan jagung manis AS ditanami benih rekayasa genetika.  Dilakukan percobaan terhadap tikus yang diberi makan jagung GM ditemukan lebih kecil untuk memiliki keturunan dan kesuburan. 😦
  2. Soy -. Kedelai juga telah dimodifikasi secara genetik untuk melawan herbisida. Produk kedelai termasuk tepung kedelai, tahu, minuman kedelai (susu kedelai), minyak kedelai, dan produk lain yang mungkin termasuk kue-kue, produk panggang dan minyak nabati. Percobaan kepada Hamster yang diberi makan dengan GM kedelai tidak dapat memiliki keturunan dan mengalami tingkat kematian yang tinggi. 😦  
  3. Cotton -. Seperti jagung dan kedelai, kapas telah dirancang untuk menahan pestisida. Hal ini dianggap makanan karena minyak kapas dapat dikonsumsi. Diperkenalkan di bidang pertanian China telah menghasilkan bahan kimia yang membunuh  “bollworm” kapas, mengurangi insiden hama tidak hanya pada tanaman kapas, tetapi juga di  kedelai dan jagung. Apakah ini hal kebetulan, ketika ribuan petani India mengalami ruam parah setelah terpapar BT kapas? 😦 
  4. Pepaya -. Berbagai virus yang resisten terhadap pepaya komersial diperkenalkan di Hawaii pada tahun 1999. Pepaya transgenik terdiri tiga perempat dari total tanaman pepaya Hawaii. Monsanto diberikan kepada Tamil Nadu Agricultural University di Coimbatore teknologi untuk mengembangkan resisten terhadap virus ringspot di India. 
  5. Beras -. Ini makanan pokok dari Asia Tenggara kini telah dimodifikasi secara genetik mengandung jumlah tinggi vitamin A. Diduga, ada laporan dari varietas padi yang mengandung gen manusia untuk ditanam di AS. Beras akan membuat protein manusia yang berguna untuk menangani diare pada bayi di dunia ke 3. China Daily,sebuah jurnal online, melaporkan kesehatan masyarakat dan lingkungan berpotensial masalah serius dengan padi hasil rekayasa genetik mempertimbangkan kecenderungan untuk menyebabkan reaksi alergi dengan kemungkinan bersamaan transfer gen. 😦 
  6. Tomat -. Tomat kini telah direkayasa secara genetis untuk kehidupan, mencegah tomat dari mudah membusuk. Dalam tes yang dilakukan untuk menentukan keamanan dari GM tomat, beberapa subyek hewan mati dalam beberapa minggu setelah mengkonsumsi GM tomat. 😦
  7. Rapeseed -. Di Kanada, tanaman ini berganti nama canola untuk membedakannya dari non-rapeseed. Bahan makanan yang dihasilkan dari rapeseed termasuk rapeseed oil (minyak canola)  digunakan untuk mengolah minyak goreng dan margarin. Madu juga dapat diproduksi dari GM rapeseed. Otoritas pengawasan makanan Jerman ditemukan sebanyak sepertiga dari total serbuk sari hadir dalam madu Kanada mungkin dari GM serbuk sari. Bahkan, beberapa produk madu dari Kanada juga ditemukan memiliki serbuk sari dari GM rapeseed. 😦
  8. Produk susu -. Telah ditemukan bahwa 22 persen dari sapi di AS disuntik dengan rekombinan (rekayasa genetika) hormon pertumbuhan sapi (rBGH). Hormon ini diciptakan Monsanto secara artifisial memaksa sapi untuk meningkatkan produksi susu mereka sebesar 15 persen. Susu dari sapi diobati dengan susu ini merangsang hormon mengandung peningkatan kadar IGF-1 (insulin faktor pertumbuhan-1). Manusia juga memiliki IGF-1 dalam sistem mereka. Para ilmuwan telah menyatakan kekhawatiran bahwa peningkatan kadar IGF-1 pada manusia telah dikaitkan dengan kanker usus besar dan kanker payudara. 😦
  9. Kentang – Tikus makan kentang yang direkayasa dengan Bacillus thuringiensis var. Kurstaki Cry 1 ditemukan memiliki racun dalam sistem mereka. Meskipun klaim yang bertentangan, hal ini menunjukkan bahwa toksin Cry1  stabil dalam usus tikus. Bila risiko kesehatan terungkap, ini akan memicu perdebatan. 😦
  10. Peas -. Peas yang telah dimodifikasi secara genetik telah ditemukan menyebabkan respon imun pada tikus dan bahkan mungkin pada manusia. Sebuah gen dari kacang merah dimasukkan ke dalam kacang polong menciptakan protein yang berfungsi sebagai pestisida. 😦

GMO jalan menuju ke penyakit aneh!

Pada awal 2008, NaturalNews.com melaporkan tentang kondisi yang disebut penyakit Morgellon itu. Artikel itu melaporkan gejala penyakit sebagai berikut: crawling, menyengat, menggigit dan merangsang sensasi, beralur atau bercak-seperti hitam di bawah kulit, berbutiran, lesi. Beberapa pasien melaporkan kelelahan, kehilangan memori jangka pendek, kebingungan mental, nyeri sendi dan perubahan dalam visi. Selain itu, ada laporan morbiditas substansial dan disfungsi sosial yang menurunkan produktivitas kerja, kehilangan pekerjaan, cacat total, perceraian, kehilangan hak asuh anak dan meninggalkan rumah tanpa kejelasan. 

Sebelum pelaporan, kondisi itu dianggap sebagai tipuan, tetapi setelah penyelidikan lebih lanjut, bukti menunjukkan bahwa penyakit itu nyata dan mungkin berhubungan dengan makanan yang dimodifikasi secara genetik. 

Meskipun link ini sedang dibentuk, CDC menyatakan asal penyakit Morgellon tidak diketahui. Lebih buruk lagi, komunitas medis tidak bisa memberikan informasi apa pun kepada publik mengenai penyebab gejala. 

Ketika penelitian dilakukan pada sampel serat yang diambil dari pasien Morgellons, ditemukan bahwa sampel serat dari semua pasien tampak luar biasa serupa. Namun, hal itu tampaknya tidak dapat ditemukan pada serat lingkungan yang umum. Ketika serat rusak, dan DNA diekstraksi, ditemukan pada jamur. Bahkan lebih mengejutkan adalah temuan bahwa serat yang terkandung Agrobacterium, genus bakteri gram negatif dengan kapasitas transformasi tanaman, hewan dan bahkan sel manusia. 

Penyakit Morgellon bukanlah satu-satunya kondisi yang berhubungan dengan rekayasa genetika makanan . Sebuah bukti-bukti telah menunjukkan bahwa hal itu dapat menyebabkan alergi, reaksi kekebalan tubuh, masalah hati, kemandulan dan bahkan kematian. Selain itu, berdasarkan satu-satunya percobaan makanan manusia yang dilakukan pada makanan yang dimodifikasi secara genetik, diputuskan bahwa materi genetik dalam produk pangan hasil rekayasa genetika dapat mentransfer ke dalam DNA bakteri usus dan masih terus berkembang. 

Menghiraukan peringatan

American Academy of Environment of Medicine(AAEM) telah memperingatkan bahwa transgenik menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan, dan itu adalah bisa ada korelasi antara dan efek kesehatan yang merugikan. Bahkan, AAEM telah menyarankan dokter untuk memberitahu pasien mereka untuk menghindari GMO sebagai pengenalan GMO ke dalam suplai makanan saat ini telah berkorelasi dengan kenaikan yang mengkhawatirkan dalam penyakit kronis dan alergi makanan. 

Hal ini seharusnya tidak mengejutkan. Lebih dari 30 tahun yang lalu suplemen makanan yang disebut L-trytophan menewaskan 100 orang dan mempengaruhi 5.000 menjadi 10.000 lebih. Penyebabnya dipersempit ke proses rekayasa genetik yang digunakan dalam produksinya. Jika gejala tidak memiliki tiga karakteristik simultan – yaitu, mereka yang unik, akut dan cepat bertindak – penyakit ini tidak bisa diidentifikasi. 

Jika ilmu pengetahuan bisa meyakinkan kita dengan pasti bahwa konsekuensi serius tidak menunggu kami di akhir baris, mungkin untuk kepentingan terbaik kami untuk membiarkan kesempatan ini berlalu. Pemikiran progresif dalam hal keuntungan tentu tidak salah. Tapi untuk membenahi tindakan pencegahan pada argumen nyaman bahwa tidak ada cukup bukti untuk membuktikan bahwa makanan GM memang berbahaya adalah karena ketiadaan rasa tanggung jawab. Ini tentu alasan yang lumpuh untuk menawarkan makanan GM yang memang terbukti mengandung bahaya kesehatan. 😦

Sumber untuk artikel ini: 

http://www.organicconsumers.org/articles/article_11361.cfm 
http://www.naturalnews.com/027226_food_GMO_foods.html 
http://www.naturalnews.com/023004.html 
http://www.sustainabletable.org/issues/rbgh/ 
http://www.chinadaily.com.cn/china/2010-02/04/content_9430645.htm 
http://www.actionbioscience.org/biotech/pusztai.html 
http://www.gmo-compass.org/eng/database/food/238.honey.html

Learn more: http://translate.googleusercontent.com/translate_c?depth=1&hl=id&prev=/search%3Fq%3Dgmo%2Bfoods%2Bto%2Bavoid%26espv%3D210%26es_sm%3D93%26biw%3D1024%26bih%3D653&rurl=translate.google.com&sl=en&u=http://www.naturalnews.com/035734_GMOs_foods_dangers.html&usg=ALkJrhi9fSOtttJeGBsY8fDAm6wb6a23ng#ixzz2rJTlv1DQ